Wednesday, January 27, 2010

Aku Maluuuuuu...!!!

Aku tulis ini dengan iringan lagunya Maya, Gita, May Chan... Mau tapi malu.



This day is a special day for me.
Hari ini hari yang berbeda. Malah cenderung spesial. Aku terlambat waktu sekolah. Jujur ini adalah pengalaman terlambatku yang pertama kali. Kenapa aku bisa telat begini ceritanya ============>>>>>>>

Tadi pagi aku bangun jam 04.45 WIB. Lalu aku bantu Ibuk di dapur nyiapin sarapan. pukul 06.00 - 06.30 WIB aku gunakan untuk mandi, dandan (kayaknya gak enak gitu ngomongnya), juga sarapan. Pukul 06.35 WIB aku sudah siap berangkat. Udah pake jaket, bawa helm, semua buku udah lengkap (aku yakin banget). KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai pukul 07.00 WIB, perjalanan dari rumah menuju sekolah kurang lebih 15 menit. jadi jika ku prediksi sampai di Sekolah pukul 06.50 WIB. Jadi masih ada waktu 10 menit untuk nyiapin KBM (mungkin belum ngerjain PR, Heheehe).

Aku berjalan menghampiri sepeda motorku. Waktu aku lihat kontak / kunci sepeda motorku nggak ada. Aku santai aja. Karena memang ada orang yang bertugas nyimpen kunci sepeda motor di rumahku yaitu masku / kakakku. Akupun mencari masku, aku cari dikamarnya nggak ada. Akupun memutuskan mencari sendiri kunci sepeda motorku di kamarnya. Di meja, di atas almari, di atas bawa kasur, dibawak bantal, di tumpukan baju.... Oh no.... kunciku nggak ada. Aku mulai panik. Aku lirik jam di dekat kamarnya masku,Jam sudah menunjukan pukul 06.50 WIB. WAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH...!!! aku pasti telat nieh fikirku.

Kunci nggak ketemu, aku putuskan mencari masku. Aku cari dia kemana-mana juga nggak ketemu. Aku menghampiri Ibukku. Ibukku juga ikut-ikutan panik . Di Rumah ada tiga sepeda motor. Punya Ibuk, aku,dan masku. Ketiga motor itu kuncinya disimpan masku semua. Diantara ketiga motor itu yang kuncinya cuma 1 hanya motorku.

Akhirnya aku berangkat pukul 07.00 WIB pakai motor Ibukku.Udah jelas-jelas telat tuch. Pa lagi aku masih harus jemput temanku yang hari ini bonceng aku. Sampai dirumah temanku,kata tetangganya dia sudah berangkat, dan dia tadi nunggu lama banget. Aku langsung tancap gas....... dalam perjalanan aku sempat berfikir untuk bolos saja. Karena aku baru kali ini terlambat, malu aku...............!!!! (dari pada menanggung malu lebih baik alfa saja fikirku. Tapi pikiran itu pupus saat aku ingat nanti ada jam praktek kimia. Sampai di dekat jalan raya aku bertemu dengan temanku yang mau bonceng aku sedang diantar simbahnya. Akhirnya dia turun dan bonceng aku. Lumayaaannnn...,. ada teman seperjuangan. Hihihi

Sampai didepan gerbang sekolah. "Matiin motornya!".... suara si Satpam bikin aku kaget. Terpaksa aku menuntun motor dari gerbang ke hol, sampai di hol ngisi absensi keterlambatan. Yang bikin aku malu nih. Anak IPA yang telat cuma 2 aku dan orang yang nggak aku kenal. Padahal siswa yang terlambat total ada 11 anak.

Berasa jadi tukang kebun nih, aku dan koloniku disuruh guru piket bersihin aula "Graha Wiyata", pungutin sampah-sampah, dan membersihkan hol. Dan saat itu anak IPA 3 lagi pada olah raga di depan aula. Aku berasa jadi artis dadakan. Seolah-olah aku merasa mereka melihatku (padahal ya enggak). Ya Allah............ bener-bener malu aku.

Tet............!!!!!
bel jam pertama berbunyi. Hukuman selesai. Aku dan teman-teman ke ruang BP untuk minta izin masuk kelas. Surat keterangan terlambat dapaT, aku menuju laboratorium Fisika. Jam pertama dan kedua kelasku ada Fisika di Laborat. Baru aku berjalan sampai depan kantor guru, cobaan masih belum berhenti. Adik kelasku yaitu kelas X yang sedang olah raga melihat aku semua. Batinku bicara "Ojo niru aku yo nduk!! Aku nie contoh kakak kelas nggak baek" . Owwww...... ternyata telat tu kayak gini ta rasanya.

SESAMPAINYA DIDEPAN LAB
Thok...tok....(Ketok pintu) Permisi Pak. Sekelas melihat aku semua. Aku menghampiri Pak Guru pembimbing Fisika.
"Maaf Pak, saya terlambat. Ini surat izinnya (sambil memberi surat izin)" kataku.
Pak Guru membaca surat keteranganku.
"Saya boleh duduk Pak?" tanyaku.
"Bentar kamu berdiri di depan sini dulu(sambil tertawa)". Detik itu pula satu kelas tertawa semua, termasuk teman semejaku. Agak jail juga nih Pak Guru.
"Ya...Allah mau diapain lagi aku ini???" batinku.

Beberapa detik kemudian.
"Kamu terlambat kenapa?", tanya Pak Guru.
"Kunci motor saya hilang Pak"
"Lalu kesini naik apa?"
"Naik motor Ibuk"
"O... ya sudah kamu boleh duduk"
"Terima kasih Pak"

OHHH YES akirnya berakhir juga penderitaan itu. Aku duduk dan mengikuti pelajaran dari jam ke-2 sampai selesai. AWAS kamu Mas........ Tunggu kepulanganku.

Monday, December 21, 2009

Hiks... Hiks ....Hiks

Empat tahun yang lalu, tepatnya pada saat aku mendaftar sebagai siswi di salah satu SMP Favorit di Kecamatan Kebakkramat. Aku hampir aja gagal masuk kesana, bukan karena nilai ujianku yang tak mencukupi ataupun karena hasil test yang menyatakan aku nggak diterima di SMP itu. Tapi karena kebodohanku, karena kecerobohanku. Riwayat keluarga besarku sebagian besar doeloe mereka bersekolah di SMP itu, apalagi kakakku yg waktu itu sedang duduk di kelas 3 SMP juga bersekolah disana. Mulai dari Ibukku, bulikku, Kakak keponakanku, dan kakak kandungku semua pernah mengenyam pendidikan di SMP itu. Aduhhh... capek aku bilang "SMP itu". SMP itu (kok ngomong itu lagi?) SMP Negeri 1 Kebakkramat.

Karena itulah muncul obsesiku untuk masuk SMP Negeri 1 Kebakkramat. Tahun pada saat aku lulus SD adalah tahun pertama diadakannya UAN (Ujian Akhir Nasional). Sempat takut nggak lulus juga sich. Aku nggak akan cerita gimana ujian itu. Yang jelas ujian itu berlangsung wajar-wajar aja dan lancar-lancar aja. Dan bukan bermaksud sombong atau apa saat lulusan aku mendapat penghargaan karena nilai ujianku tertinggi diantara teman-temanku, dan nilai raport juga Alhamdulillah.

Setelah lulusan, beberapa hari kemudian aku daftar ke SMP Negeri Kebakkramat ditemanin Ibuk tercinta tentunya. Disana hanya mengumpulkan SKHU karena Ijazah belum terbit, turun maksudnya. Juga mengumpulkan AKTA KELAHIRAN dan KK. Dapet dech tu nomor Ujian dan aku dapet nomor '246' banyak banget ya? Maklum daftarku hari terakhir. Ujian masih lama diadakan, aku manfaatin waktu buat baca-baca materi yang udah maw lepas dari kepala karena liburan yang terlalu lama. Walau nilaiku yaa nggak jelek2 banget, tapi kok rasanya pesimis banget bisa masuk SMP itu.Apalagi kakakku malah nakut2in aku "Lha... nggak ketompo lhe", buat aku jadi tambah pesimis. Setres berat....

Hari Ujian tiba
Soal 100 obyektif semua,harus selesai selama 2jam. Soal2 terbagi menjadi mapel2 yang diujikan, seperti Bahasa Indonesia,Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris. Soal Matematika aku kerjakan duluan. Tahap pertama lancar-lancar saja ^_^. Soal-soal aku kerjakan dari yang mudah dulu. Sekitar ada 20 soal yang jawabannya aku masih ragu-ragu. Mau kerjasama satu ruangan nggak ada yang aku kenal. Aku cuma kenal 1 anak saja, yang sekarang menjadi teman satu kelasku saat kelas 2 SMA. Dari SDku yang daftar di SMP Negeri 1 Kebakkramat hanya 2 anak, aku dan Nova. Kita berbeda ruangan. Jidatku mulai panas. Inspirasi nggak dapet-dapet, Allah juga belum menurunkan ilhamnya kepadaku. Aku ingat banget soal yang nggak bisa aku jawab itu tentang APBD, ya wajar aja aku nggak bisa, waktu SD lom diajarin sich. Aku pun terpaksa ngawur jawaban.St......Stt.... Sttt (dengan iringan basmalah, semoga jawabanku benar). Akhirnya selesai juga. HUFT. Bel selesai berbunyi dan akupun pulang.

Penantian aku isi dengan sholat tahajjud,aku berdo'a semoga aku diterima di SMP Negeri 1 Kebakkramat. Ibuk juga senantiasa mendo'akan.

TIBALAH HARI PENGUMUMAN
Seluruh peserta diminta memasuki ruangan-ruangan yang telah ditentukan oleh panitia. Aku duduk di deretan nomor 3. Panitia membagikan lembaran dan berkata "Apabila nomor pendaftaran anda tidak ada di daftar tersebut, maka anda tidak diterima disekolah ini". Ibukku menunggu diluar. Diluar sudah tertempeli pengumuman siapa-sipa yang diterima. Aku yakin saat itu Ibukku sedang berjuang keras berdesak-desakan dengan orang tua lain untuk melihat apakah nomor pendaftaranku ada disana. Diluar ramai sekali. Didalam malah sepi karena akan tiba masa eksekusi.

Akhirnya daftarpun dibagikan,aku mencari-cari nomor pendafataranku '246'. Putaran pertama tak aku temukan. Lalu aku ulangi lagi sampai 3 kali, dan nomorku tak aku temukan. Hiks....Hiks.... Hiks..... mataku berkaca-kaca mendapati diriku yang tak diterima di SMP Negeri 1 Kebakkramat, SMP yang sudah lama aku dambakan. Aku nyaris tak percaya. Aku merasa sendiri, semua teman baruku menemukan nomornya. Aku pun menyerah. Pasrah. Inilah takdir hidupku.

Ibuku mendekatiku, tak ada gurat kesedihan diwajahnya. Akupun merasa heran, apa Ibuk belum tahu kalau aku tak diterima?. Ibuk bertanya kepadaku "Piye nduk, ketompo ora?". Aku tak kuat rasanya menjawab pertanyaan Ibukku. Tapi aku mencoba menjawab walau dengan bibir yang udah bergetar dan mata yang berkaca-kaca, "Nggak Bue". Ibuk pun dengan lantang, spontan, mantap berkata kepadaku dan membuatku kaget bukan kepalang "Lha iki pora nomormu Nduk?(sambil menunjuk nomor '246'di naskah)". Subhanallah... ternyata nomorku tertulis disana. Aku diterima. Aku sekarang siswi SMP Negeri 1 Kebakkramat. Ya Allah rasanya seperti mimpi.

Hehehe semuanya ikhtiyarku ternyata nggak sia-sia. Allah menjawab semuanya. Walau harus ada insiden kecil yaitu kekurang telitianku mencari nomor pendaftaranku. Aku juga harus menanggung malu karena mataku udah berkaca-kaca menahan tangis tak diterima. Buat Ibukku makacihhhhhh buanget,kalau Ibuk nggak nyariin nomorku aku pasti udah nyabut pendaftaranku dan nyari SMP lain. Ibuk,aku sayang banget ma Ibuk.
Love you Mom.